Mencari pekerjaan adalah perjalanan penuh perjuangan, terutama ketika kita harus menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga. Perjalanan ini tidak hanya membutuhkan keterampilan, tetapi juga kekuatan mental untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk salah paham dan kritik dari orang-orang terdekat (ORANG TUA).
Ketika Kendaraan Dipakai, Tapi Saya Malas
Salah satu situasi yang saya alami adalah ketika kendaraan, yang saya butuhkan untuk aktivitas penting seperti menghadiri wawancara kerja (Interview), justru digunakan oleh anggota keluarga untuk keperluan lain. Bahkan dalam situasi di mana kendaraan itu jelas dibutuhkan oleh saya, misalnya untuk menghadiri wawancara offline, tetap saja saya harus mengalah.
Ironisnya, meskipun saya mengalah dan membiarkan kendaraan digunakan oleh mereka, saya tetap dianggap malas. Di mata mereka, keberadaan saya di rumah dianggap sebagai tanda bahwa saya tidak melakukan apa-apa. Mereka tidak melihat bahwa saya sedang berusaha melalui berbagai cara, baik dengan melamar pekerjaan secara online maupun mempersiapkan diri untuk peluang yang ada.
Pandangan Keluarga yang Berbeda
Bagi sebagian keluarga, usaha sering kali diukur dari hal-hal yang terlihat secara fisik. Jika tidak ada bukti nyata seperti keluar rumah setiap hari atau hasil yang langsung tampak, usaha tersebut dianggap tidak ada. Padahal, di balik pintu kamar, saya sedang bekerja keras, melamar pekerjaan, mempersiapkan wawancara, dan meningkatkan kemampuan saya.
Namun, penilaian seperti ini tidak mudah diubah, terutama ketika mereka masih memegang pandangan tradisional tentang bagaimana seseorang "seharusnya" berusaha.
Bagi orang tua saya, pandangan terhadap seseorang sering kali diukur berdasarkan materi dan finansial. Mereka percaya bahwa orang yang memiliki banyak uang akan dihargai lebih tinggi, dan untuk mendapatkan penghargaan, seseorang harus memiliki banyak uang. Hal ini sering kali membuat saya merasa tidak dihargai, karena meskipun saya berusaha keras, hasilnya belum terlihat secara finansial.
Ketika saya tidak memiliki penghasilan tetap atau keberhasilan yang nyata, usaha saya sering kali diabaikan. Mereka lebih fokus pada hasil akhir, yaitu uang, ketimbang proses yang saya jalani. Ini menciptakan kesenjangan antara harapan mereka dan realita yang saya hadapi.
Tekanan yang Tidak Pernah Hilang
Selain dianggap malas, saya juga sering mendengar ungkapan yang mengungkit pengorbanan mereka:
- "Barang saya sudah saya jual untuk biaya kuliah kamu."
- "Hampir tiap hari saya berjuang supaya kamu bisa sekolah."
Ungkapan ini membuat saya merasa serba salah. Saya tidak pernah meminta mereka untuk melakukan semua itu. Namun, saya tetap menghargai dan mematuhi keinginan mereka, termasuk menyelesaikan pendidikan sesuai harapan mereka.
Meski demikian, rasanya sulit ketika setiap percakapan selalu berakhir dengan kesalahpahaman atau argumen. Ketika saya mencoba menjelaskan situasi saya, responsnya sering kali berupa kemarahan. Hal ini membuat saya memilih untuk diam dan menyimpan semuanya sendiri.
Bagaimana Saya Menghadapinya
Tetap Fokus pada Tujuan
Meskipun sering dianggap malas, saya tetap berusaha untuk fokus pada apa yang sedang saya perjuangkan. Saya percaya bahwa semua ini adalah bagian dari proses menuju masa depan yang lebih baik.Mencari Dukungan dari Luar
Orang lain menjadi sumber dukungan penting. Mereka memahami perjuangan saya dan sering kali memberi semangat untuk terus melangkah.Menunjukkan Hasil Kecil
Kadang, saya mencoba menunjukkan bukti nyata dari usaha saya, seperti undangan wawancara atau proyek kecil yang saya kerjakan. Meski tidak selalu berhasil mengubah pandangan mereka, setidaknya saya mencoba.Sabar Menghadapi Kesalahpahaman
Saya mencoba melihat dari sudut pandang mereka, meskipun sulit. Saya tahu bahwa mereka ingin saya sukses, meski cara mereka menyampaikan kekhawatiran sering kali terasa menyakitkan.
Perjalanan ini tidak mudah. Dibilang malas ketika kita sedang berusaha adalah ujian kesabaran yang besar. Namun, saya percaya bahwa waktu akan menunjukkan kebenaran. Ketika hasil dari usaha saya mulai terlihat, mereka akan memahami betapa kerasnya saya telah berjuang.
Sampai saat itu tiba, saya memilih untuk terus melangkah, meskipun dengan langkah kecil. Saya percaya bahwa setiap usaha yang saya lakukan akan membawa saya lebih dekat pada masa depan yang cerah, dan itu cukup untuk membuat saya terus bertahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar